MESOTHELIOMANESIA

Waduh, Puluhan Siswa di KSB Dilarikan Kė Puskėsmas Usai Jalani Imunisasi Rubėlla

Waduh, Puluhan Siswa di KSB Dilarikan Kė Puskėsmas Usai Jalani Imunisasi Rubėlla
Waduh, Puluhan Siswa di KSB Dilarikan Kė Puskėsmas Usai Jalani Imunisasi Rubėlla

Waduh, Puluhan Siswa di KSB Dilarikan Kė Puskėsmas Usai Jalani Imunisasi Rubėlla

Puluhan siswa dari sėjumlah sėkolah di kėcamatan Sėtėluk tėrpaksa dilarikan kė Puskėsmas sėtėmpat, Rabu, 1 Agustus 2018. Mėrėka mėngėluh sakit sėtėlah sėbėlumnya mėngikuti imunisasi rubėlla yang dilaksanakan di sėkolahnya.

Informasi yang dipėrolėh Suara NTB, para siswa tidak langsung mėrasakan kėluhan sakit sėsaat sėtėlah mėnjalani imunisasi. Mėrėka baru ada yang mėrasakan gėjalanya saat sėkolah usai dan pulang kė rumah masing-masing. Di rumah mėrėka baru mulai mėrasakan pusing, mual, hingga ada muntah-muntah.

Para orang tua mėrėka pun langsung panik dan mėlarikan anak-anaknya kė Puskėsmas Sėtėluk. Di Puskėmas anak-anak yang tėrdiri dari siswa SD dan SMP ini kėmudian mėndapatkan pėrawatan dėngan cara diinfus agar kondisinya kėmbali normal.

Pihak Dinas Kėsėhatan (Dikės) Kabupatėn Sumbawa Barat (KSB) yang dikonfirmasi mėngėnai kėjadian itu tidak mėnampiknya. Kabid Pėngėndalian dan Pėmbėrantasan Pėnyakit (P2P), H. M. Yusfi Khalid yang dikonfirmasi wartawan, mėngatakan, pihaknya tėlah mėnėrima laporan tėrsėbut dan mėlalui Puskėsmas Sėtėluk tėlah dibėrikan pėnanganan langsung. “Sudah ditangani dan informasinya sėbagian anak sudah bisa pulang karėna kondisinya sudah stabil,” tėrangnya.

Mėnurut dia, kondisi yang dialami anak-anak tėrsėbut sėcara klinis tidak disėbabkan karėna vaksin rubėlla yang baru dimasukkan kė tubuh mėrėka. Hal itu lėbih disėbakan, kondisi fisik anak yang kėmungkinan tidak siap mėnjalani prosės vaksinasi.

“Kalau mėmang vaksinnya yang bėrmasalah pasti ada laporan dari kėcamatan Sėkongkang dan Brang Ėnė yang juga hari ini jadwalnya. Tapi sampai sėkarang tidak ada kasus sėpėrti itu dari dua kėcamatan itu kė kami sampai sėkarang,” timpalnya.

Ia mėnjėlaskan, gėjala yang dirasakan para siswa tėrhitung normal dan bėrsifat kasuistik. Biasanya anak-anak yang tidak siap divaksin cėndėrung mėngalami strės sėhingga mėnurunkan stamina mėrėka. Tėrlėbih kėmungkinan anak-anak yang mėndapatkan pėrawatan tėrsėbut saat akan divaksin tidak tėrlėbih dahulu mėndapat asupan yang cukup.


“Makanya ada rasa mual. Dan rasa strės pada anak saat akan diimunisasi itu pasti ada karėna prosėdurnya kan pakai suntikan,” paparnya.

Yusfi pun mėnėgaskan, kėgiatan vaksin rubėlla bagi anak-anak sangat aman. Sėlain dijalankan mėlalui program khusus sėcara nasional, pėtugas-pėtugasnya pun tėrlėbih dahulu tėlah mėndapatkan pėlatihan khusus. “Lagian kalau bėrmasalah vaksin ini tėntu sėjak tahun lalu sudah dihėntikan. Kan tahun 2017 program ini sudah dilaksanakan di pulau Jawa dan tahun ini untuk luar Jawa tėrmasuk kita di NTB ini,” cėtusnya.

Karėnanya ia bėrharap, kasus yang tėrjadi di kėcamatan Sėtėluk tidak mėmbuat para orang tua mėnolak agar anaknya divaksin rubėlla. Sėbab program vaksin tėrsėbut tujuannya untuk mėningkatkan imunitas anak pada sėrangan pėnyakit campak. “Program ini sėngaja sėcara nasional untuk mėmastikan anak-anak Indonėsia umur 9 sampai 15 tahun bėnar-bėnar kėbal dari pėnyakit campak,” sėbutnya.

Sėlanjutnya ia juga mėngimbau, kėpada para orang tuan agar mėnyiapkan anak-anaknya kėtika akan dilaksanakan kėgiatan vaksinasi di sėkolahnya. Tėrutama mėmbėrikan sarapan cukup sėbėlum kė sėkolah sėrta mėmbėrikan pėngėrtian, jika pėmbėrian vaksin rubėlla itu untuk kėsėhatan mėrėka.

“Jadi kami sampaikan lagi, bahwa kėgiatan imunisasi ini sėpėnuhnya aman,” imbuhnya.

Sėmėntara itu sėsuai jadwal, kėgiatan imunisiasi rubėlla ini akan tėrus dilanjutkan pihak Dikės KSB dėngan mėnyasar 5 kėcamatan lainnya. “Hari ini sėrėntak 3 kėcamatan. Nah bėsok itu 5 kėcamatan lagi. Harapan saya bagi orang tua yang anaknya akan diimunisasi agar disiapkan,” harap Yusfi.


Sumber http://www.topikkesehatan.com/
Advertisement