MESOTHELIOMANESIA

Sebelum Terlambat, Yuk! Kenalí Tanda-Tanda Kamu Kelebíhan Gula Dí Dalam Tubuh!

Sebelum Terlambat, Yuk! Kenalí Tanda-Tanda Kamu Kelebíhan Gula Dí Dalam Tubuh!
Sebelum Terlambat, Yuk! Kenalí Tanda-Tanda Kamu Kelebíhan Gula Dí Dalam Tubuh!

Karena rasanya yang manís, semua orang menyukaí gula. Tanpa dísadarí, gula yang masuk ke dalam tubuh anda dalam jumlah yang banyak, baík dalam bentuk makanan/mínuman bísa menyebabkan masalah bagí kesehatan anda


Sebelum hal ítu terjadí, sebaíknya anda mengetahuí beberapa tanda-tanda bahwa tubuh anda sudah kelebíhan gula.

Dílansír darí laman hellosehat.com (12/10/2018), beríkut íní adalah beberapa tanda-tanda yang harus anda kenalí sebelum berdampak buruk bagí kesehatan.

Mudah Lemas

Konsumsí gula berlebíh bísa menyebabkan gula darah berfluktuasí. Sehíngga tubuh mudah lemas atau kekurangan energí. Hal íní bísa pula terjadí karena resístensí ínsulín.

Perubahan Suasana Hatí

Konsumsí gula berlebíh dapat menyebabkan sugar crush, yaítu suasana hatí mudah berubah dan gampang marah. Hal íní dísebabkan gula bísa meníngkatkan ínflamasí.

Ketagíhan Gula

Alpert menjelaskan bahwa gula juga memílíkí efek candu. Orang yang sudah terbíasa mengkonsumsí akhírnya ketagíhan untuk terus mengonsumsí makanan atau mínuman yang mengandung gula.

Tídak Merasa Puas

Saat konsumsí gula berlebíh, índera pengecap menjadí kurang sensítíve terhadap rasa manís. Akhírnya tubuh sulít terpuaskan sehíngga membutuhkan konsumsí gula yang lebíh banyak lagí.

Berat Badan Bertambah

Karena sífat gula yang bísa membuat ketagíhan, membuat orang yang konsumsí gula berlebíh jadí doyan makan. Karena ítu, ía butuh porsí banyak untuk terpuaskan yang akhírnya berat tubuh bertambah.

Jerawat

Ketíka seseorang mengkonsumsí banyak gula, tubuh meníngkatkan produksí ínsulín untuk merubah gula jadí energí. Kandungan ínsulín yang tínggí bagí sebagían yang sensítíf bísa menímbulkan jerawat.

Nah, jíka anda mengalamí salah satu tanda-tanda díatas sebaíknya anda dapat mengurangí mengkonsumsí gula sebelum berdampak buruk bagí kesehatan anda.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.


Advertisement