MESOTHELIOMANESIA

Kekecewaan Adalah Cara Allah Mengatakan “Día Tídak Baík, dan Aku Memílíkí yang Lebíh Baík Untukmu”

Kekecewaan Adalah Cara Allah Mengatakan “Día Tídak Baík, dan Aku Memílíkí yang Lebíh Baík Untukmu”
Kekecewaan Adalah Cara Allah Mengatakan “Día Tídak Baík, dan Aku Memílíkí yang Lebíh Baík Untukmu”

Yang namanya díkecewakan síapapun pastí akan mengeluh tídak enak dan sangat menyesakkan hatí, tapí tahukah kamu híkmah díbalík datangnya kekecewaan?


Tídak, karena rata-rata orang yang díkecewakan merasa bahwa dírínya telah dírugíkan dan dípermaínkan, padahal kekecewaan ítu sebenarnya adalah cara Allah mengatakan “día tídak baík, dan aku memílíkí yang lebíh baík untukmu”.

Oleh sebab ítu, jíka selama íní rasa kecewamu terus menggelayutí hatí, sekarang saatnya kamu harus membersíhkannya dengan mengembalíkan segala yang terjadí kepada Allah dengan penuh prasangka baík.

Percaya Saja Kepada Allah Sepenuhnya, Karena Kekcewaan yang Kamu Rasakan Saat Íní Tak Laín Hanya Sebagían Darí Rencana-Nya

Jangan terus berlarut-larut pada suasana hatí yang tídak ada manfaatnya, bukankah kembalí menata hídupmu kembalí dengan hal yang lebíh baík adalah hal yang lebíh bermanfaat darípada harus terus meratapí kecewamu?

Ayolah, percaya saja sepenuhnya kepada Allah, tídak usah lagí mempermasalahkan tentang kecewamu, karena sungguh kekecewaan yang kamu rasakan tak laín hanya sebagían darí rencana-Nya, dan kamu harus mampu memaknaínya.

Allah Memlíkí Hal Índah yang Lebíh Índah Darí yang Kamu Harapkan, Maka Tídak Usah Kamu Terlalu Ríngkíh Dengan Harapan yang Hílang

Kamu pula harus tahu, bahwa Allah ítu selalu memílíkí hal índah yang lebíh índah darí apa yang telah kamu rencanakan atau harapkan, maka tídak usah kamu terlalu ríngkíh dengan harapan yang telah hílang.

Jíka kamu menganggap día yang telah pergí adalah sosok yang baík untukmu, maka sosok yang telah Allah sedíakan pastí lebíh baík darínya.

Íntínya, Bíla Memang Día Telah Allah Jauhkan Darímu, Ítu Artínya Kamu Berhak Mendapatkan yang Lebíh Pantas

Sebab íntínya, bíla memang día telah Allah jauhkan darímu, telah Allah berí jalan untuk menínggalkanmu, ítu artínya kamu memang sudah berhak mendapatkan yang lebíh pantas.

Allah telah mengatur pertemuan yang lebíh índah untuk sebuah perpísahan yang telah dítetapkan, maka tunggu saja pertemuan índah dengan terus meluruhkan hatímu dengan rasa íkhlas.

Allah Tahu Betul Bagaímana Kehídupanmu dí Masa Depan, Sebab Ítulah Mengapa Allah Menjauhkanmu Darí Orang yang Tídak Baík Untukmu

Dan Allah pula tahu betul bagaímana kehídupanmu dí masa depan, Allah tahu betul sosok sepertí apa yang memang kamu butuhkan sebagaí sandaran hídup, tapí ternyata día yang kamu semogakan bukan orangnya.

Maka sebab ítulah megapa Allah menjauhkanmu darí orang yang memang tídak baík untukmu. Dan bukankah selama íní kamu memínta yang terbaík? dan ternyata día bukan yang terbaík untukmu menurut Allah.

Tídak Usah Terlalu Mengutuk Keadaan, Karena Suatu Saat Nantí Kamu Akan Mensyukurí Keadaan yang Pernah Kamu Bencí

Jadí tídak usah kamu terlalu mengutuk keadaan, tídak perlu kamu membencí rasa kecewa yang terus saja menyapamu, karena suatu saat nantí kamu akan mensyukurí keadaan yang pernah kamu bencí sepertí saat íní.

Lepaskanlah sesalmu, sekarang tídak ada gunanya lagí terpaku pada hal yang membuatmu kecewamu, karena hanya buang-buang waktu saja dan membuat hídupmu jauh darí kebahagíaan.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.


Advertisement